Langsung ke konten utama

Apa Sich Pengertian Asuransi Itu?

Mungkin Banyak dari kita belum memahami dan mengerti apa itu Asuransi dan apa manfaat dari asuransi tersebut. Nah, sebelum lebih mendalam mengenai asuransi, berikut penulis cantumkam apa itu asuransi. Menurut Wikipedia, Asuransi merupakan istilah yang digunakan untuk merujuk pada tindakan, sistem, atau bisnis di mana perlindungan finansial (atau ganti rugi secara finansial) untuk jiwa, properti, kesehatan dan lain sebagainya sehingga mendapatkan penggantian dari kejadian-kejadian yang tidak dapat diduga yang dapat terjadi seperti kematian, kehilangan, kerusakan atau sakit, di mana melibatkan pembayaran premi secara teratur dalam jangka waktu tertentu sebagai ganti polis yang menjamin perlindungan tersebut.
Dari pengertian diatas, sekarang anda sudah paham dan mengerti apa itu asuransi. Lalu, apakah aduransi ada Dasar hukumnya?. Ada, Asuransi dalam Undang-Undang No. 2 Th 1992 tentang usaha perasuransian adalah perjanjian antara dua pihak atau lebih, di mana pihak penanggung mengikatkan diri kepada tertanggung, dengan menerima premiasuransi, untuk memberikan penggantian kepada tertanggung karena kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan atau tanggung jawab hukum pihak ke tiga yang mungkin akan diderita tertanggung, yang timbul dari suatu peristiwa yang tidak pasti, atau memberikan suatu pembayaran yang didasarkan atas meninggal atau hidupnya seseorang yang dipertanggungkan.

Badan yang menyalurkan risiko disebut "tertanggung", dan badan yang menerima risiko disebut "penanggung". Perjanjian antara kedua badan ini disebut kebijakan: ini adalah sebuah kontrak legal yang menjelaskan setiap istilah dan kondisi yang dilindungi. Biaya yang dibayar oleh "tertanggung" kepada "penanggung" untuk risiko yang ditanggung disebut "premi". Ini biasanya ditentukan oleh "penanggung" untuk dana yang bisa diklaim pada masa depan, biaya administratif, dankeuntungan.

Contohnya : seorang pasangan membeli rumah seharga Rp100 juta. Mengetahui bahwa kehilangan rumah mereka akan membawa mereka kepada kehancuran finansial, mereka mengambil perlindungan asuransi dalam bentuk kebijakan kepemilikan rumah. Kebijakan tersebut akan membayar penggantian atau perbaikan rumah mereka bila terjadi bencana. Perusahaan asuransi mengenai mereka premi sebesar Rp1 juta per tahun. Risiko kehilangan rumah telah disalurkan dari pemilik rumah ke perusahaan.

Definisi Asuransi menurut Kitab Undang-Undang Hukum Dagang (KUHD), tentang asuransi atau pertanggungan seumurnya, Bab 9, Pasal 246 : "Asuransi atau Pertanggungan adalah suatu perjanjian di mana seorang penanggung mengikatkan diri kepada seorang tertanggung, dengan menerima suatu premi, untuk memberikan penggantian kepadanya karena suatu kerugian, kerusakan atau kehilangan keuntungan yang diharapkan, yang mungkin akan dideritanya karena suatu peristiwa yang tak tertentu.”

Lalu apa saja prinsip dasar dari asuransi tersebut?, berikut beberapa prinsip dasar dari asuransi yang dikemas dari wikipedia :
  • Insurable interest yang artinya Hak untuk mengasuransikan, yang timbul dari suatu hubungan keuangan, antara tertanggung dengan yang diasuransikan dan diakui secara hukum.
  • Utmost good faith yang artinya Suatu tindakan untuk mengungkapkan secara akurat dan lengkap, semua fakta yang material (material fact) mengenai sesuatu yang akan diasuransikan baik diminta maupun tidak. Artinya adalah: si penanggung harus dengan jujur menerangkan dengan jelas segala sesuatu tentang luasnya syarat/kondisi dari asuransi dan si tertanggung juga harus memberikan keterangan yang jelas dan benar atas objek atau kepentingan yang dipertanggungkan.
  • Proximate cause yang artinya Suatu penyebab aktif, efisien yang menimbulkan rantaian kejadian yang menimbulkan suatu akibat tanpa adanya intervensi suatu yang mulai dan secara aktif dari sumber yang baru dan independen.
  • Indemnity yang artinya Suatu mekanisme di mana penanggung menyediakan kompensasi finansial dalam upayanya menempatkan tertanggung dalam posisi keuangan yang ia miliki sesaat sebelum terjadinya kerugian (KUHD pasal 252, 253 dan dipertegas dalam pasal 278).
  • Subrogation yang artinya Pengalihan hak tuntut dari tertanggung kepada penanggung setelah klaim dibayar.
  • Contribution yang artinya Hak penanggung untuk mengajak penanggung lainnya yang sama-sama menanggung, tetapi tidak harus sama kewajibannya terhadap tertanggung untuk ikut memberikan indemnity.
Itulah informasi mengenai dasar dari asuransi dan hingga saat ini asuransi sudah berkembang didunia dan sangat berguna bagi kehidupan dimuka bumi ini dan untuk uraian lainnya mengenai informasi asuransi, akan penulis jabarkan dilain kesempatan.

Postingan populer dari blog ini

Apa Itu Asuransi Syariah?

Perkembangan ekonomi di Indonesia hingga saat ini berkembang cukup signifikan khususnya dibidang asuransi. Jika dilihat dari perkembangannya, Ada banyak jenis yang ditawarkan oleh asuransi, di mana setiap perusahaan asuransi memiliki beragam keunggulan masing-masing untuk produk yang mereka pasarkan. Namun bagi pemakai jasa, sudah sewajarnya jika harus memahami dan mengerti dengan baik asuransi yang akan kita pilih nantinya agar mendapatkan manfaat dan keuntungan yang maksimal atas penggunaan tersebut. Dari produk asuransi yang ditawarkan, saat ini yang sedang naik daun adalah asuransi syariah yang menjadi produk asuransi yang banyak diminati oleh masyarakat. Sebab, Asuransi ini hadir untuk memenuhi keinginan masyarakat luas yang mengharapkan adanya sebuah produk asuransi yang halal dan sesuai dengan ketentuan syariah islam.
Lalu apa pengertian dari asuransi syariah ini?.

Asuransi syariah adalah sebuah usaha untuk saling melindungi dan saling tolong menolong di antara sejumlah orang…

Apa Pengertian Asuransi Jiwa?

Jika berbicara mengenai produk asuransi, sudah pasti kita akan bertemu dengan produk asuransi yang sangat penting ini yaitu asuransi jiwa. Lalu, apa yang dimaksud dengan asuransi jiwa tersebut?, Asuransi jiwa adalah asuransi yang bertujuan menanggung orang terhadap kerugian finansial tak terduga yang disebabkan karena meninggalnya terlalu cepat atau hidupnya terlalu lama. Di dalam asuransi jiwa, barang tentu akan membawa banyak aspek, apabila risiko yang terdapat pada diri seseorang tidak diasuransikan kepada perusahaan asuransi jiwa. Umpamanya jaminan untuk keturunan, seorang bapak kalau meninggal dunia sebelum waktunya atau dengan tiba-tiba, si anak tidak akan telantar dalam hidupnya.
Bisa juga terjadi terhadap seseorang yang telah mencapai umur ketuaannya dan tidak mampu untuk mencari nafkah atau membiayai anak-anaknya, maka membeli asuransi jiwa, risiko yang mungkin diderita dalam arti kehilangan kesempatan untuk mendapat penghasilan akan ditanggung oleh perusahaan asuransi. Tern…